Entri Populer

Monday, October 15, 2012

MICE

A. Menyusun dan merencanakan seri kegiatan rekreasi yang berhubungan dengan entertainment, shopping dan fasilitas lainnya.




1. Barang Antik di Jalan Surabaya. Jalan Surabaya yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat, sudah dikenal sejak dahulu sebagai rumah bagi kios-kios barang antik. Kios-kios ini berjejeran dan menampilkan aneka ragam barang antik yang unik maupun sudah langka untuk ditemukan.
Tak heran, wisatawan mancanegara termasuk yang sering datang ke kawasan ini untuk berburu barang antik maupun sekadar melihat-lihat. 
Di Jalan Surabaya, kita bisa menemukan jam-jam kuno, patung-patung antik, sampai kamera jadul. Bahkan kita bisa saja menemukan perangko-perangko tua di salah satu kios.


   
2. Karya Seni di Pasar Seni Ancol. Ibarat galeri seni yang hadir dalam lapak-lapak. Atau, laksana Ubud yang nyasar ke Ancol Taman Impian, Jakarta Utara. Di Pasar Seni Ancol, kita dapat menemukan berbagai buah karya seniman-seniman Indonesia.
Karya seni yang dapat ditemukan mulai dari yang tradisional hingga kontemporer. Aneka lukisan, patung, dan seni ukir sangat menarik minat para kolektor seni. Tak sedikit turis asing yang sengaja datang ke Ancol hanya untuk berburu karya seni di tempat ini.
Berbagai karya seni tersebut ada yang terbuat dari media kayu, bambu, kuningan, keramik, hingga kulit. Ukiran jepara, wayang, sampai topeng pun dapat Anda beli di Pasar Seni Ancol.


3. Ikan Segar di Pasar Muara Angke. Bersiaplah untuk becek-becekan dan menghirup bau amis ikan saat mampir ke Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara. Banyak pelancong yang sengaja datang ke pasar ikan tersebut malah untuk berburu foto.
Jika tak terbiasa mengenal ikan-ikan yang ada di perairan Laut Jawa, mungkin Anda akan kaget melihat aneka ikan yang dijual di pasar ini. Hitung-hitung Anda bisa belajar mengenal ikan-ikan laut. Sebut saja dari ikan tongkol, pari, ikan baronang, ikan kakap, cumi, sampai udang peci.
Lalu aneka kerang seperti kerang dara dan kerang macam. Lobster pun dapat kita temukan di pasar ini. Nah, Pasar Ikan Muara Angke ini sebenarnya lebih cocok untuk wisata kuliner. Sebab, terdapat Pusat Jajanan Serba Ikan di kawasan ini. Anda harus membeli ikan segar terlebih dahulu di pasar, baru kemudian dimasak di pusat jajanan tersebut. Harga yang tawarkan pun relatif murah.

B.  Menyusun dan menawarkan seri kegiatan wisata di kedua kota tersebut yang menyangkut kegiatan wisata alam dan budaya.


1. Kesultanan Yogyakarta

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat adalah negara dependen yang berbentuk kerajaan. Kedaulatan dan kekuasaan pemerintahan negara diatur dan dilaksanakan menurut perjanjian/kontrak politik yang dibuat oleh negara induk Kerajaan Belanda bersama-sama negara dependen Kesultanan Ngayogyakarta. Kontrak politik terakhir antara negara induk dengan kesultanan adalah Perjanjian Politik 1940 (Staatsblad 1941, No. 47). Sebagai konsekuensi dari bentuk negara kesatuan yang dipilih oleh Republik Indonesia sebagai negara induk, maka pada tahun 1950 status negara dependen Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (bersama-sama dengan Kadipaten Pakualaman diturunkan menjadi daerah istimewa setingkat provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta 

 

2. Sendratari Ramayana di Prambanan

Sendratari Ramayana di theater terbuka Trimurti Prambanan adalah pertunjukan yang paling terkenal di Jogjakarta  yang hanya diselenggarakan hanya pada  musim panas dari bulan Mei sampai Oktober.
Pagelaran yang menggabungkan antara seni drama dan tari yang mengangkat cerita Ramayana.

c.   Aktifitas-aktifitas lain yang dapat mengoptimalkan proses kegiatan peserta secara berkualitas.

Jalan Malioboro adalah nama salah satu jalan dari tiga jalan di Kota Jogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.
Terdapat beberapa obyek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung,Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya paraSeniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini.


No comments:

Post a Comment